Pontianak — Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali menyelenggarakan kegiatan Parade Isu-Isu Terkini (PARIT) sesi ke-16 pada Kamis 15 oktober 2026 dengan menghadirkan Dr. Heni Safitri, S.E., M.M. sebagai narasumber. Kegiatan ini mengangkat tema Financial Management: Behavioral Perspective atau pengelolaan keuangan dalam perspektif perilaku.
Dalam pemaparannya, Dr. Heni Safitri menjelaskan bahwa keputusan keuangan tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional. Perilaku manusia dalam mengelola uang turut dipengaruhi oleh emosi, cara berpikir, pengalaman, dan lingkungan sosial. Karena itu, pemahaman mengenai perilaku keuangan menjadi penting untuk menjelaskan bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam konsumsi, menabung, investasi, dan menghadapi risiko.
Salah satu poin utama yang ditekankan dalam diskusi tersebut adalah bahwa perilaku keuangan merupakan insting yang dibentuk, dengan faktor sosial sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi proses pembentukannya. Interaksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat dapat memengaruhi cara seseorang memandang uang, menentukan prioritas pengeluaran, serta mengambil keputusan investasi.
Materi ini juga menyoroti pentingnya memahami bias dalam perilaku keuangan. Bias kognitif dapat muncul ketika seseorang keliru memproses informasi atau terlalu mempertahankan keyakinan tertentu. Sementara itu, bias emosional dapat memengaruhi keputusan akibat rasa takut mengalami kerugian, terlalu percaya diri, atau kesulitan menahan keinginan untuk memperoleh kepuasan sesaat.
Dalam konteks investasi, interaksi sosial turut berperan dalam membentuk keputusan seseorang. Informasi dan pengalaman yang dibagikan oleh orang lain dapat memengaruhi persepsi terhadap peluang dan risiko investasi. Namun, pengaruh tersebut perlu disikapi secara kritis agar keputusan keuangan tidak semata-mata didasarkan pada tren, tekanan lingkungan, atau perilaku ikut-ikutan.
Selain itu, pengelolaan keuangan yang sehat membutuhkan proses perencanaan yang terstruktur, mulai dari menetapkan tujuan dan prioritas, menyusun anggaran, membangun dana darurat, mengelola utang, hingga mempersiapkan investasi dan kebutuhan jangka panjang. Dalam perspektif keuangan Islam, pengelolaan tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan kewajiban agama, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Melalui kegiatan PARIT sesi ke-16 ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara faktor sosial dan perilaku keuangan. Pemahaman tersebut dapat menjadi landasan untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih bijak, terencana, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi akademik bagi sivitas akademika Pascasarjana IAIN Pontianak untuk mengkaji isu-isu aktual melalui perspektif keilmuan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Belum ada komentar.