Pontianak — Integrasi keilmuan antara matematika dan Pendidikan Islam menjadi fokus utama dalam presentasi akademik berjudul “Hubungan Matematika dengan Studi Pendidikan Islam” yang disampaikan oleh Dr. Muhamad Firdaus. M.Pd. Presentasi ini menegaskan bahwa matematika dan Pendidikan Islam bukanlah dua disiplin yang terpisah, melainkan saling terkait dalam membentuk pola pikir rasional, sistematis, serta berlandaskan nilai-nilai ketauhidan. kegiatan ini berlangsung di Aula. A. Rani IAIN Pontianak pada 7 November 2025.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhamad Firdaus, M.Pd menjelaskan bahwa dalam perspektif Pendidikan Islam, akal dan ilmu pengetahuan dipandang sebagai sarana untuk mengenal dan memahami kebesaran Allah SWT. Matematika berperan penting dalam mengasah kemampuan berpikir logis, ketelitian, dan analisis, yang sangat dibutuhkan untuk memahami ajaran Islam secara ilmiah dan mendalam. Hal ini terlihat jelas dalam praktik fiqih, seperti perhitungan waktu salat, zakat, dan pembagian warisan yang semuanya membutuhkan logika serta rumus matematika.
Presentasi tersebut juga menekankan pentingnya kesadaran interdisipliner dalam pendidikan. Pendidikan Islam idealnya memadukan ilmu naqliyah dan aqliyah, termasuk matematika, sains, dan teknologi, guna membentuk sistem pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, dan amal. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, pendekatan matematis melalui statistik dan analisis data dinilai sangat relevan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan efektivitas pengajaran.
Selain aspek rasional, matematika juga dinilai memiliki dimensi moral dan spiritual. Ketelitian, kejujuran, keteraturan, dan disiplin yang diajarkan dalam matematika mencerminkan nilai-nilai akhlak Islam dan sunnatullah dalam keteraturan alam semesta. Pemahaman ini, menurut pemateri, dapat menumbuhkan sikap adil, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam kejujuran menghitung zakat atau keadilan dalam pembagian warisan.
Lebih lanjut, presentasi tersebut menguraikan peran matematika dalam berbagai bidang kehidupan, seperti hukum, ekonomi, dan sosial. Dalam bidang hukum, penalaran deduktif dan pembuktian logis sangat berkaitan dengan cara berpikir matematis. Dalam ekonomi Islam, konsep matematika digunakan dalam perhitungan zakat, sistem bagi hasil, serta pengelolaan ekonomi yang adil dan bebas riba. Sementara itu, dalam bidang sosial, analisis statistik membantu memahami fenomena kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan secara objektif dan terukur.
Sebagai penutup, Dr. Muhamad Firdaus, M.Pd menegaskan bahwa matematika merupakan ilmu lintas disiplin yang berperan penting dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan keteraturan sosial. Pendidikan yang mampu mengintegrasikan matematika dengan nilai-nilai agama dan sosial diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual
Belum ada komentar.