Pontianak — Dr. Muhamad Tisna Nugraha, M.S.I., bersama tim penelitian menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendidikan Islam Berwawasan Ekoteologi Maritim di Pascasarjana IAIN Pontianak, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini dihadiri mahasiswa magister Pascasarjana IAIN Pontianak, dosen, dan masyarakat umum.

FGD membahas kajian awal pengembangan bahan ajar pendidikan Islam bagi masyarakat Muslim pesisir di lintas batas Indonesia dan Malaysia. Penelitian saat ini berada pada tahap define (pendefinisian) dan design (perancangan), setelah pengumpulan data lapangan pada 22–25 September 2026.

Ketua STIT Darul Ulum Kubu Raya, Dr. Imam Sanusi, S.Pd.I., M.Si., sekaligus narasumber pakar menilai rancangan awal produk penelitian sudah sangat baik, meskipun masih memerlukan sejumlah perbaikan. Ia menekankan perlunya pengembangan berkelanjutan agar bahan ajar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Selanjutnya, Dr. Wulan Purnamasari, M.S.I., yang juga narasumber pakar menyampaikan bahwa kajian awal tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat maritim, khususnya di Temajuk dan sekitarnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat menghubungkan nilai-nilai pendidikan Islam dengan kehidupan masyarakat serta pelestarian lingkungan perairan.

Ketua tim penelitian, Dr. Muhamad Tisna Nugraha, M.S.I., menjelaskan bahwa pengumpulan data pendidikan Islam berwawasan ekoteologi maritim tidaklah mudah. Data tidak hanya bersumber dari lembaga pendidikan formal, seperti sekolah, tetapi juga dari pengurus masjid dan surau, majelis taklim, serta masyarakat yang bekerja di kawasan pesisir, termasuk nelayan, pedagang, dan anak buah kapal (ABK).

Keragaman sumber data tersebut diperlukan untuk memahami kebutuhan pendidikan Islam dalam kehidupan masyarakat pesisir. Kondisi dan pengalaman masyarakat di lapangan menjadi dasar pendefinisian kebutuhan serta perancangan bahan ajar yang kontekstual.

Kehadiran mahasiswa magister, dosen, dan masyarakat umum memperluas ruang pembahasan dalam FGD. Forum ini menjadi sarana bagi tim penelitian untuk menghimpun masukan terhadap kajian kebutuhan dan rancangan awal bahan ajar.

Tim penelitian yang beranggotakan Abdul Aziz, Surianto, Akhmad Zaini, dan Heri Kurniawan selanjutnya akan melaksanakan tahap develop (pengembangan) dan disseminate (penyebarluasan). Kedua tahap tersebut ditargetkan selesai pada November 2026, dengan memanfaatkan masukan FGD untuk penyempurnaan bahan ajar pendidikan Islam berwawasan ekoteologi maritim.